Edukasi Plus – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan Paket Stimulus Ekonomi untuk menyambut Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2025-2026.
Menko Airlangga mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari belanja Pemerintah.
Stimulus ini mencakup berbagai insentif, mulai dari potongan harga tiket transportasi, diskon belanja hingga Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
“Salah satu belanja pemerintah, kita sudah punya paket termasuk paket Nataru,” kata Airlangga kepada awak media di Kantornya, Selasa, 30 September. dikutip dari Voi.id.
Selain itu, Airlangga menyampaikan Pemerintah juga akan menyelenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) selama masa libur Nataru.
Berikut ini informasi penting lainnya terkait Stimulus Ekonomi untuk Nataru:
Kebijakan & Paket Ekonomi 2025 (terkait Nataru / Kuartal IV)
Pemerintah telah merilis paket stimulus sebesar Rp 16,23 triliun yang akan dilaksanakan pada kuartal IV 2025, sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Paket ini kemudian di perkuat dengan paket khusus Natal & Tahun Baru (Nataru) yang estimasinya mendekati US$ 2 miliar (sekitar puluhan triliun rupiah).
Beberapa kebijakan yang sudah diumumkan / direncanakan, data Kompas.com :
– 8 program akselerasi 2025
- Program magang fresh graduate – target 20 ribu peserta jenjang D3 maupun S1 dengan insentif setara UMP selama 6 bulan (Rp 198 miliar).
- Perluasan PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk 552 ribu pekerja sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe (Rp 120 miliar).
- Bantuan pangan Oktober–November 2025 – 10 kg beras per keluarga penerima (Rp 7 triliun).
- Diskon iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) – untuk 731 ribu pekerja transportasi daring, sopir, kurir, dan logistik (Rp 36 miliar).
- Manfaat layanan tambahan perumahan BPJS Ketenagakerjaan – bunga kredit perumahan diturunkan dari BI rate plus 5 persen menjadi BI rate plus 3 persen.
- Program padat karya tunai – dikerjakan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum (Rp 150 miliar ditanggung BPJS Ketenagakerjaan).
- Percepatan deregulasi PP 28 – integrasi sistem K/L ke OSS, target 170 daerah (Rp 1 triliun).
- Program perkotaan untuk gig economy – pilot project ruang kerja bersama di Jakarta, diperluas ke berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Manado, Makassar, dan Batam.
- Perpanjangan PPh Final 0,5 persen UMKM hingga 2029.
- Perpanjangan PPh 21 DTP untuk sektor pariwisata.
- PPh 21 DTP untuk industri padat karya.
- Diskon iuran JKK dan JKM bagi seluruh pekerja bukan penerima upah.
- Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih – target lebih dari 1 juta pekerja.
- Kampung Nelayan Merah Putih – menciptakan 200 ribu lapangan kerja.
- Revitalisasi tambak pantura (20 ribu hektar) – serap 168 ribu pekerja.
- Modernisasi 1.000 kapal nelayan – serap 200 ribu pekerja.
- Replanting 870 ribu hektar perkebunan rakyat – serap 1,6 juta pekerja dalam 2 tahun.
Selain itu, pemerintah menyebut akan memperluas stimulus tambahan di kuartal IV yang diproyeksikan menjangkau ~ 30 juta keluarga dari kelompok ekonomi hingga desil ke-4.
Angka total stimulus di kuartal IV menjelang Nataru di perkirakan mendekati Rp 30 triliun.
Kementerian Perhubungan juga menyiapkan kebijakan stimulus transportasi udara untuk menurunkan tarif angkutan udara menjelang Nataru 2025/2026.
Catatan / Tantangan & Hal yang Perlu Diperhatikan
Beberapa rincian stimulus (misalnya besaran subsidi transportasi, tanggal diskon, mekanisme penyaluran) masih dalam tahap finalisasi.
Efektivitas stimulus sangat bergantung pada penyaluran yang tepat waktu dan pengawasan agar tidak bocor / disalahgunakan.
Stimulus ini diharapkan tidak hanya mendorong konsumsi jangka pendek, tapi juga menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ada tekanan fiskal: pemerintah perlu menyeimbangkan antara memacu ekonomi dan menjaga defisit anggaran agar tidak membengkak secara berlebihan.
Stimulus transportasi dapat berdampak positif terutama untuk pergerakan orang antar daerah (mudik, wisata) menjelang Natal & Tahun Baru.








