Edukasi Plus – Sergio Busquets, salah satu gelandang bertahan terhebat dalam sejarah sepak bola modern dan ikon FC Barcelona, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari karier profesionalnya.
Pengumuman ini disampaikan di akhir musim Major League Soccer (MLS) 2025, di mana ia saat ini bermain untuk Inter Miami CF.
Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan karier cemerlang yang berlangsung hampir dua dekade, penuh dengan gelar, kecerdasan taktis, dan kontribusi tak tergantikan.
Busquets, yang kini berusia 37 tahun, akan memainkan pertandingan-pertandingan terakhirnya, termasuk babak playoff MLS, sebelum benar-benar gantung sepatu.
Warisan Abadi di Camp Nou
Meskipun menghabiskan bulan-bulan terakhirnya di Amerika Serikat, hati dan warisan Busquets akan selalu terkait erat dengan Barcelona.
Berasal dari akademi legendaris La Masia, Busquets dipromosikan ke tim utama oleh Pep Guardiola pada tahun 2008.
Ia dengan cepat menjadi bagian tak terpisahkan dari “Tiki-Taka” yang terkenal, membentuk trio lini tengah legendaris bersama Xavi Hernandez dan Andrés Iniesta.
Perannya sebagai gelandang bertahan (pivot) mungkin tidak mencolok, tetapi kecerdasan, visi, dan kemampuannya membaca permainan (game reading) menjadikannya metronom yang mengatur ritme permainan Barcelona.
Selama 15 musim bersama Blaugrana, Busquets mencatatkan 722 penampilan, menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ketiga dalam sejarah klub, di belakang Messi dan Xavi. Ia berhasil mengumpulkan 32 trofi, termasuk:
- 9 Gelar La Liga
- 3 Gelar Liga Champions UEFA
- 7 Gelar Copa del Rey
Dalam video perpisahannya, Busquets menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada klub masa kecilnya: “Terima kasih FC Barcelona, klub sepanjang hidup saya. Di sana, saya mewujudkan impian masa kecil saya mengenakan seragam yang saya cintai dalam ratusan laga. Saya tidak akan melupakan banyak cerita indah dan momen unik di Camp Nou.”
Puncak Kejayaan Bersama Timnas Spanyol
Kecemerlangan Busquets tidak hanya terbatas di level klub. Bersama Timnas Spanyol, ia menjadi jangkar lini tengah dalam “Generasi Emas” yang mendominasi dunia.
Ia mencatat 143 penampilan dan menjadi pemain kunci dalam kesuksesan Spanyol memenangkan gelar:
- Piala Dunia FIFA 2010
- Kejuaraan Eropa UEFA (Euro) 2012
Busquets telah lebih dulu pensiun dari tim nasional pada Desember 2022, sesudah Piala Dunia Qatar.
Babak Akhir di Inter Miami
Pada tahun 2023, Busquets mengambil keputusan untuk melanjutkan karier di MLS bersama Inter Miami, di mana ia bereuni dengan sahabat lamanya, Lionel Messi dan Jordi Alba, yang kemudian disusul oleh Luis Suárez.
Kehadirannya langsung memberikan dampak instan, membawa Inter Miami meraih gelar Leagues Cup di musim perdananya.
Meski usianya sudah 37 tahun, ia tetap menjadi sosok pemimpin dan pengatur tempo yang vital bagi tim The Herons.
Akhir musim ini di MLS akan menjadi penutup yang pantas bagi karier gemilang sang maestro lini tengah.
“Saya merasa ini waktu yang tepat untuk pensiun sebagai pesepakbola. Hampir 20 tahun lamanya saya menjalani karier yang saya selalu impikan ini. Saya pensiun dengan sangat bahagia, bangga, terpenuhi, dan yang terpenting, bersyukur,” ujar Busquets.
Dunia sepak bola akan kehilangan salah satu gelandang bertahan paling cerdas yang pernah ada, seorang pemain yang membuktikan bahwa keindahan dan efektivitas tidak selalu di ukur dari jumlah gol, melainkan dari kecerdasan dan kontrol mutlak atas permainan.








